This article was accepted into the corpus but its outbound wikilinks were never NER-processed — typical at the deepest BFS hop or when the run's entity cap was reached. No expansion funnel to show.
| Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa | |
|---|---|
| Nama | Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa |
| Singkatan | BPPB |
| Jenis | Lembaga negara |
| Kantor | Jakarta |
| Didirikan | 1947 |
| Induk | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi |
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa adalah lembaga negara yang bertanggung jawab atas perumusan, pengembangan, dan pembinaan kebijakan bahasa dan aksara di Indonesia. Lembaga ini berperan dalam pelestarian bahasa daerah, standar bahasa nasional, serta pengembangan rujukan linguistik yang digunakan oleh instansi seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, dan berbagai universitas seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Peran lembaga ini berinteraksi dengan aktor kebahasaan seperti Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia, dan organisasi budaya seperti Yayasan Lontar.
Badan ini bermula dari lembaga yang didirikan pasca-Proklamasi Indonesia dan mengalami transformasi melalui peristiwa politik seperti Konferensi Meja Bundar dan era pemerintahan Soekarno serta Soeharto. Dalam perkembangannya institusi ini terpengaruh oleh kebijakan bahasa yang digaungkan dalam pidato tingkat nasional dan dokumen hukum seperti Undang-Undang Dasar 1945 serta keputusan kabinet pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo. Pada periode reformasi menjelang era Kabinet Reformasi lembaga ini mengalami reorganisasi administratif yang melibatkan entitas seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Pusat Bahasa.
Tugas utama mencakup penyusunan standar bahasa untuk penggunaan resmi yang disesuaikan dengan pedoman kementerian seperti Kementerian Dalam Negeri dan standar akademik di Universitas Airlangga. Fungsi operasional mencakup pengembangan korpus linguistik yang bekerja sama dengan lembaga penelitian seperti LIPI dan pusat studi bahasa di Institut Pertanian Bogor. Badan juga melaksanakan program pelestarian yang melibatkan komunitas adat berkaitan dengan wilayah seperti Sulawesi, Sumatra, Kalimantan, dan Papua, serta menyediakan rujukan bagi media nasional seperti Kompas dan lembaga penyiaran seperti Radio Republik Indonesia.
Struktur organisasi disusun mengikuti pola birokrasi kementerian yang melibatkan direktorat dan unit teknis yang bersinggungan dengan institusi seperti Badan Kepegawaian Negara dan Mahkamah Konstitusi untuk aspek legalitas. Unit teknis melibatkan divisi penelitian yang berkolaborasi dengan fakultas linguistik di Universitas Padjadjaran dan laboratorium bahasa di Institut Teknologi Bandung. Pengelolaan sumber daya manusia mengacu pada standar dari Kementerian PANRB dan proses anggaran mengikuti mekanisme di Kementerian Keuangan.
Program meliputi kegiatan literaasi yang dijalankan bersama organisasi seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, inisiatif digital bersama perusahaan teknologi seperti Telkom Indonesia dan program pelatihan guru bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta jaringan sekolah seperti Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jakarta. Kegiatan lapangan termasuk dokumentasi bahasa terancam punah di kawasan yang dikoordinasikan dengan LSM seperti Yayasan Cendana dan proyek kebahasaan yang bermitra dengan lembaga donor internasional seperti UNESCO dan UNICEF. Kegiatan pengujian dan sertifikasi melibatkan standar yang digunakan di institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Hasanuddin.
Kebijakan mencakup pedoman penulisan yang mengacu pada tradisi akademik yang dibangun bersama fakultas di Universitas Negeri Yogyakarta dan lembaga penerbit seperti Balai Pustaka. Standar ejaan dan tata bahasa dikembangkan sejalan dengan rekomendasi pakar dari institusi seperti Lembaga Bahasa dan Sastra Melayu, serta diharmonisasikan dengan praktik di media massa seperti Metro TV dan penerbitan pemerintah seperti Biro Hukum. Kebijakan juga mengatur penggunaan aksara tradisional yang terkait dengan warisan budaya daerah seperti aksara Jawi, Batak, dan Aksara Jawa yang mendapat perhatian dari komunitas akademis di Universitas Sebelas Maret dan museum seperti Museum Nasional Indonesia.
Badan menerbitkan kamus, pedoman, dan jurnal yang sering dijadikan rujukan oleh pustakawan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan peneliti di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Publikasi populer melibatkan kolaborasi dengan penerbit seperti Gramedia dan perpustakaan universitas seperti Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Sumber daya digital disediakan untuk platform akademik yang dikelola oleh institusi seperti Layanan Informasi Kepustakaan Nasional dan repositori di Repositori Nasional.
Kerja sama internasional dijalankan dengan organisasi internasional seperti UNESCO, pusat studi bahasa di Universitas Harvard, Universitas Cambridge, dan jaringan penelitian di Asian Development Bank serta lembaga bahasa seperti Académie française dan British Council. Hubungan bilateral termasuk proyek bersama kementerian kebudayaan negara seperti Malaysia dan Singapura, serta program pertukaran akademik dengan institusi seperti Southeast Asian Studies (SEAS) dan universitas di Australia seperti Australian National University.
Category:Bahasa Indonesia Category:Lembaga pemerintah Indonesia