Generated by GPT-5-mini| Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan | |
|---|---|
| Name | Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan |
| Native name | Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan |
| Abbreviation | BASARNAS |
| Formation | 1972 |
| Headquarters | Jakarta |
| Leader title | Kepala |
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan adalah lembaga negara yang bertanggung jawab atas operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah Republik Indonesia, berinteraksi dengan banyak entitas seperti Presiden Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan organisasi internasional seperti International Maritime Organization, United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs, dan ASEAN. Lembaga ini berkembang melalui berbagai kebijakan dan peristiwa yang melibatkan tokoh, institusi, dan peristiwa besar seperti Soeharto, Megawati Sukarnoputri, Joko Widodo, Musibah AirAsia QZ8501, Gempa Bumi Samudra Hindia 2004, dan kerja sama multinasional seperti Search and Rescue Convention 1979.
Sejarah organisasi ini terkait dengan kebijakan keselamatan maritim dan penerbangan yang dipengaruhi oleh peristiwa seperti Kecelakaan Pesawat Garuda Indonesia Flight 152, Kecelakaan Pesawat Adam Air, dan bencana besar seperti Tsunami Samudra Hindia 2004 serta dinamika politik pada era Orde Baru (Indonesia), Reformasi (Indonesia), dan pemerintahan Joko Widodo. Perkembangan kelembagaan dipengaruhi oleh undang-undang dan peraturan seperti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1973 tentang Perkawinan (sebagai contoh perubahan normatif pada masa), keputusan presiden serta perjanjian internasional yang mencakup International Convention on Maritime Search and Rescue. Dalam proses modernisasi, institusi ini berinteraksi dengan kontraktor asing, badan donor seperti United States Agency for International Development, serta mitra teknis dari Japan International Cooperation Agency dan Australian Department of Foreign Affairs and Trade.
Tugas dan fungsi meliputi koordinasi operasi SAR pada insiden yang melibatkan aktor seperti Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia, Lion Air, fasilitas pelayaran seperti Pelabuhan Tanjung Priok, dan fasilitas energi lepas pantai seperti ladang milik perusahaan internasional. Fungsi institusional mengacu pada prinsip-prinsip yang dijalankan dalam forum seperti International Civil Aviation Organization, International Maritime Organization, dan praktek yang diadopsi dari organisasi seperti National Transportation Safety Board dan Federal Aviation Administration. Selain itu, lembaga ini menyediakan respon terhadap insiden yang menyentuh komunitas setempat di daerah seperti Aceh, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan.
Struktur administratif menggabungkan kantor pusat di Jakarta dengan kantor wilayah di kota-kota seperti Medan, Padang, Pontianak, Surabaya, Makassar, dan Denpasar. Kepemimpinan diangkat melalui mekanisme yang melibatkan lembaga eksekutif seperti Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dan pejabat kenegaraan termasuk peran yang dipengaruhi oleh tokoh seperti Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Organisasi berkoordinasi dengan institusi sektoral seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta unit-unit taktis dari TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara untuk mengelola operasi lintas sektoral.
Kegiatan operasional mencakup respon terhadap insiden penerbangan seperti AirAsia Flight QZ8501, tragedi maritim terkait kapal seperti MV Levina 1 dan peristiwa kecelakaan di perairan sekitar Selat Sunda, serta misi darurat pascabencana alam seperti setelah Gempa Bumi Sulawesi Tengah 2018 dan Letusan Gunung Agung 2017. Operasi juga melibatkan kerja lapangan dengan organisasi internasional seperti International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies dan lembaga donor seperti United Nations Development Programme, serta koordinasi dengan perusahaan swasta seperti PT Pertamina (Persero) ketika insiden menyentuh fasilitas energi. Pengaturan operasi mengikuti pedoman dari Search and Rescue Manual dan praktik yang dikembangkan bersama mitra seperti Royal Australian Air Force dan US Coast Guard.
Kapabilitas teknis meliputi penggunaan pesawat terbang seperti model yang disuplai oleh mitra internasional, kapal-kapal patroli, kendaraan taktis, peralatan penyelaman, sistem komunikasi satelit, dan teknologi pencitraan udara yang digunakan dalam misi bersama badan seperti Badan SAR Australia atau lembaga dari Jepang Self-Defense Forces. Inventaris dan pengembangan kapasitas sering dikaitkan dengan pemasok internasional, standar keselamatan dari International Maritime Organization dan sistem manajemen dari badan seperti Civil Aviation Authority of Indonesia. Dalam konteks kesiapsiagaan, dukungan logistik melibatkan fasilitas rumah sakit rujukan seperti RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo dan pusat koordinasi krisis di tingkat provinsi.
Kerja sama nasional mencakup hubungan formal dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada tingkat internasional, ada hubungan operasional dan perjanjian kerja sama dengan organisasi seperti International Maritime Organization, International Civil Aviation Organization, ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management, United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs, Australian Maritime Safety Authority, US Agency for International Development, serta badan SAR dari negara seperti Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura. Pertukaran latihan dan latihan bersama melibatkan unit-unit dari Royal Australian Navy, Japan Maritime Self-Defense Force, dan US Navy.
Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan bersama institusi pendidikan dan pelatihan seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Lembaga Administrasi Negara, serta pusat pelatihan militer dan sipil termasuk Pusat Pendidikan dan Latihan TNI dan akademi-alike yang bekerja sama dengan badan internasional seperti International Maritime Organization dan International Civil Aviation Organization. Sertifikasi personel mengikuti standar internasional yang diadopsi dari organisasi seperti International Search and Rescue Advisory Group dan standar teknis yang diterjemahkan dari praktik di Royal Australian Air Force maupun US Coast Guard. Program sertifikasi, latihan terpadu, dan kursus lanjutan memastikan interoperabilitas dengan mitra nasional dan internasional selama operasi tanggap darurat.
Category:Organisations based in Indonesia